Nissan Pertimbangkan Penjualan Kantor Pusat untuk Bertahan

by -156 Views

Nissan, produsen mobil Jepang, sedang dalam masa sulit yang mengharuskan mereka mengambil tindakan tegas. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Nissan kemungkinan akan menjual kantor pusat global mereka di akhir Maret 2026. Setelah merugi sebesar $4,5 miliar tahun lalu, Nissan terpaksa melakukan pemangkasan biaya yang signifikan. Salah satunya adalah dengan menutup tujuh pabrik, termasuk dua pabrik di dalam negeri dan merumahkan sekitar 20.000 pekerja. CEO Nissan yang baru, Ivan Espinosa, mengumumkan rencana penjualan aset tersebut, meskipun tidak secara langsung menyebutkan kompleks kantor pusat yang berlokasi di Yokohama.

Dalam upaya untuk bertahan, Nissan berencana untuk terus menggunakan fasilitas tersebut dengan menyewanya dari pemilik baru setelah penjualannya. Langkah ini bukan tanpa preseden, mengingat sebelumnya McLaren juga menjual dan menyewakan kantor pusat mereka di Woking untuk mengurangi utang. Selain itu, untuk mengurangi biaya produksi, Nissan akan menghentikan pengembangan beberapa model dan menghentikan enam platform kendaraan mereka. Mereka juga berusaha untuk menyederhanakan kompleksitas suku cadang dalam kendaraan mereka hingga 70 persen.

Dalam upaya untuk bertahan di industri yang semakin kompetitif, Nissan juga sedang menjajaki berbagai kemitraan. Mereka akan bekerja sama dengan Renault dalam pengembangan model-model baru, serta memperkuat hubungan dengan Mitsubishi untuk mempercepat inovasi produk. Selain itu, Nissan juga mempertimbangkan kemungkinan untuk memperluas kerjasama dengan mitra mereka dari Cina, Dongfeng, dalam produksi mobil di pabrik-pabrik yang tidak terpakai. Dengan langkah-langkah ini, Nissan berharap bisa tetap eksis dan memberikan kontribusi yang berharga dalam industri otomotif global.

Source link