Pada awal pekan ini, IHSG dan bursa regional Asia cenderung melemah meskipun Donald Trump memperpanjang batas waktu pemberlakuan tarif terhadap Uni Eropa. Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, kebijakan ini bisa meredakan ketegangan perdagangan jangka pendek. Meskipun begitu, pasar tetap berhati-hati karena Trump mengancam akan menerapkan tarif 25 persen terhadap iPhone yang dijual di AS namun tidak diproduksi di dalam negeri. Hal ini menimbulkan ketidakpastian terhadap kebijakan perdagangan secara keseluruhan.
Di sisi lain, Bank Indonesia melaporkan aliran modal asing ke pasar keuangan dalam negeri mencapai Rp14,73 triliun untuk periode 19-22 Mei 2025. Sementara itu, dari segi fiskal, pemerintah berencana menurunkan biaya transportasi termasuk tiket kereta api, pesawat, kapal ferry, dan tarif tol. Selain itu, mereka juga akan menurunkan tarif listrik hingga 50 persen selama musim liburan sekolah pada bulan Juni-Juli 2025 guna mendorong peningkatan konsumsi masyarakat. Keseluruhan situasi ini menciptakan ketidakpastian di pasar dan menimbulkan kewaspadaan terhadap perubahan kebijakan yang tidak terduga.





