Arus masuk ke pasar Jepang sebagian besar didorong oleh investor institusi daripada investor ritel, menurut Goto dari Nomura. Investor seperti dana pensiun dan manajer aset lainnya lebih agresif dalam membeli ekuitas, sementara pembelian obligasi Jepang cenderung berasal dari manajer cadangan, perusahaan asuransi jiwa, dan dana pensiun. Kei Okamura, MD Neuberger Berman dan manajer portofolio ekuitas Jepang, menyebut bulan ini sebagai periode luar biasa dalam lingkup ekonomi global. Dia menyoroti dampaknya terhadap alokasi aset global terhadap Amerika Serikat, yang memerlukan diversifikasi.
Menurut Garg dari Al Dhabi Capital, arus masuk ke pasar Jepang kemungkinan akan melambat akibat perkembangan negosiasi tarif antara AS dan Tiongkok, serta potensi kesepakatan dengan negara lain seperti yang baru-baru ini ditandatangani oleh Inggris. Meskipun arus masuk bulanan mencatat sejarah, para pengamat pasar tetap optimis terhadap aset Jepang dan perkiraan arus masuk yang terus kuat.
Vasu Menon, Direktur Pelaksana Strategi Investasi OCBC, menyebutkan bahwa aksi dan kebijakan yang tidak terduga dari Presiden Trump telah mengganggu kepercayaan investor global terhadap aset Amerika Serikat. Hal ini dapat menyebabkan manajer dana global untuk berinvestasi lebih sedikit di pasar AS dan beralih ke pasar lain. Meskipun permintaan terhadap aset Jepang mungkin tidak sekuat bulan April, potensi perjanjian tarif antara Jepang dan AS memberikan optimisme yang lebih tinggi.





