Latihan Terbang Malam TNI AL dalam Kondisi Minim Cahaya

by -144 Views

Skuadron Udara 600 dan 800 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) melaksanakan latihan intensif terbang malam untuk meningkatkan kualifikasi personel penerbang di Sidoarjo. Mayor Laut (P) Marwanto, Komandan Skuadron Udara 600, menjelaskan pentingnya penyesuaian khusus dalam penerbangan malam untuk menghindari disorientasi spasial yang rentan terjadi dalam kondisi minim cahaya. Latihan ini juga bertujuan mengasah kemampuan terbang dalam kondisi minim cahaya serta melatih para perwira dalam peran captaincy dan mempersiapkan instruktur penerbang baru.

Partisipan latihan melibatkan penerbang senior dan junior yang dipimpin oleh Mayor Laut (P) Anjun, Kapten Laut (P) Rana, dan instruktur King Air, Mayor Laut (P) Widyas. Latihan ini merupakan agenda rutin untuk membiasakan para penerbang TNI AL beroperasi dalam situasi yang tidak lazim. Komandan Wing Udara 2 Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah menyatakan bahwa latihan terbang malam dirancang untuk meningkatkan kesiapan operasional dan kemampuan adaptasi penerbang dalam berbagai tantangan lingkungan.

Komandan Skuadron Udara 800 Letkol Laut (P) Novi menekankan bahwa latihan terbang malam penting untuk menguji dan meningkatkan kemampuan sensorik serta pengambilan keputusan penerbang dalam kondisi visual yang terbatas. Kemampuan untuk menginterpretasikan instrumen pesawat dan lingkungan sekitar tanpa bergantung pada penglihatan optimal adalah keterampilan krusial yang diasah melalui latihan ini. Latihan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan operasional dan fleksibilitas armada udara TNI AL dalam berbagai skenario penugasan.

Source link