Pekan ini menjadi momen penting bagi saham perusahaan teknologi besar berkat redanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Timur Tengah. Saham Tesla dan Nvidia mengalami lonjakan masing-masing sebesar 17% dan 16% dalam satu minggu ini, seiring meredanya ketegangan tarif antara kedua negara dan kunjungan Trump ke Timur Tengah yang menyorot kesepakatan investasi teknologi. Saham-saham teknologi lainnya seperti Palantir dan Taiwan Semiconductor Manufacturing juga mengalami kenaikan lebih dari 10%.
Ketika Gedung Putih melakukan kunjungan ke Timur Tengah minggu ini, CEO Nvidia Jensen Huang mengungkapkan rencana untuk menjual lebih dari 18.000 chip kecerdasan buatan (AI) Blackwell ke Humain yang berbasis di Arab Saudi untuk menggerakkan pusat data. Sementara AMD juga menyatakan akan memasok chip ke Humain dan sahamnya melonjak hampir 14% dalam satu minggu ini. Di Uni Emirat Arab, Gedung Putih mengumumkan kemitraan untuk membangun kampus kecerdasan buatan yang luas dengan beberapa perusahaan AS, dimana Nvidia dilaporkan menjadi salah satu perusahaan yang mendukung proyek tersebut. Sebagaimana perusahaan lainnya, Nvidia juga perlu lisensi untuk mengirimkan chip AI-nya ke China setelah AS mulai membatasi ekspor pada tahun 2022 atas dasar keamanan nasional. Pada bulan lalu, Nvidia mengumumkan rencana investasi sebesar USD 5,5 miliar untuk pengiriman GPU H20 ke China, yang merupakan pasar utama bagi pembuat chip berbasis di AS.
Dengan situasi yang terus berkembang ini, pasar saham teknologi tampaknya mengalami perubahan yang signifikan yang dipicu oleh dinamika geopolitik dan kesepakatan investasi teknologi yang semakin intensif di berbagai negara.





