Adopsi obligasi di pasar sekunder Indonesia masih rendah karena kurangnya pemahaman investor ritel terhadap mekanisme dan cara kerja obligasi di pasar sekunder. Data terbaru dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa jumlah investor ritel untuk Surat Berharga Negara (SBN) masih rendah, hanya mencapai 1,19 juta investor. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah investor pasar modal secara keseluruhan yang mencapai 15,7 juta investor, serta jumlah investor saham dan reksa dana.
Untuk mengatasi masalah ini, PT Indo Premier Sekuritas memperkenalkan IPOT Bond, sebuah platform yang memungkinkan investor ritel untuk membeli obligasi secara langsung. Selain memberikan akses yang mudah, IPOT Bond juga menawarkan harga beli obligasi yang lebih kompetitif, memungkinkan investor untuk memilih antara obligasi pemerintah dan korporasi, dan proses transaksi yang cepat.
Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menegaskan bahwa IPOT Bond hadir sebagai komitmen perusahaan untuk membantu investor ritel meraih keuntungan maksimal dari investasi obligasi. Dengan IPOT Bond, investor ritel dapat mendapatkan potensi keuntungan yang lebih maksimal, dengan akses harga terbaik untuk obligasi pemerintah maupun korporasi, serta likuiditas yang lebih tinggi. Adanya IPOT Bond bukan hanya sekadar fitur, tetapi langkah konkret dalam mengubah cara investor melihat dan mengakses investasi obligasi mereka.





