Faraday Future, sebuah perusahaan rintisan asal California, sedang menghadapi tantangan untuk bertahan. Dalam kuartal pertama tahun ini, penjualan mereka terbilang rendah dengan hanya dua kendaraan listrik terjual, satu di California dan satu di New York. Meskipun telah memulai produksi mobil listrik FF91 EV sejak Maret 2023, baru 16 kendaraan yang berhasil terjual menurut laporan terbaru yang diajukan ke SEC. Meskipun mengklaim ada kemajuan di bidang keuangan dan operasional, situasi keuangan perusahaan ini masih menunjukkan ketidakpastian.
Faraday Future berhasil meraup pendapatan sebesar $300.000 dari dua pengiriman kendaraan yang dilakukan pada kuartal pertama, ditambah dengan pendapatan sewa dari pengiriman sebelumnya. Akan tetapi, angka-angka tersebut terasa tidak proporsional jika dibandingkan dengan harga jual satu unit mobil listrik FF91 yang mencapai sekitar $300.000. Walaupun biaya operasional perusahaan berhasil turun $200.000 dari tahun sebelumnya, total kerugian bersihnya justru meningkat menjadi $43,8 juta.
Saat ini, perusahaan telah beralih fokus pada model-model yang lebih terjangkau dengan lencana “FX”. Di antaranya adalah minivan listrik Super One yang akan dijual dengan harga di bawah $50.000. Di tengah visi untuk meraih kesuksesan, Faraday Future juga tengah mempersiapkan peluncuran crossover seukuran Toyota RAV4 serta model-model lainnya pada akhir tahun ini. Meskipun telah menerima 1.300 pemesanan untuk minivan listriknya, perusahaan ini tetap menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas keuangannya. Meski begitu, langkah-langkah strategis seperti ini diharapkan dapat membantu Faraday Future memperbaiki performa penjualan dan keuangan mereka di masa mendatang.





