TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Singapura (RSAF) telah meningkatkan interoperabilitas melalui skenario latihan serangan permukaan atau Bomb Surface Attack (BSA) dalam rangkaian materi Latma Elang Indopura XXIII/25. Latihan bersama ini resmi dibuka oleh Exercise Director (Exdir) masing-masing dari TNI AU dan RSAF di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Tujuan dari Latma Elang Indopura adalah untuk meningkatkan kemampuan manuver udara serta profesionalisme personel kedua negara dalam menghadapi tantangan operasi udara modern.
Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar dari TNI AU menyatakan bahwa latihan ini akan mempererat hubungan antara kedua angkatan udara, serta memberikan manfaat luas dalam tukar-menukar pengetahuan dan pengalaman. Hal ini diharapkan dapat mendukung kesiapan tempur dan kerja sama pertahanan di masa depan. Latihan kali ini menjadi momen spesial karena menandai 45 tahun hubungan bilateral antara kedua angkatan udara, yang didasarkan pada prinsip saling menghormati, nilai bersama, dan komitmen pada perdamaian dan stabilitas kawasan.
RSAF juga menantikan latihan udara-ke-darat untuk menguji kemampuan dalam skenario BSA guna meningkatkan profesionalisme. Usai upacara pembukaan, latihan dimulai dengan simulasi serangan BSA oleh RSAF dan latihan pengisian bahan bakar di udara oleh TNI AU dengan menggunakan pesawat tempur F-16 dan pesawat tanker A330 MRTT milik RSAF. Dengan adanya latihan ini, diharapkan kedua angkatan udara dapat terus meningkatkan kerjasama dan interoperabilitas untuk menghadapi tantangan masa depan.





