Kondisi Ekonomi RI Terbaru: Kantong Warga Semakin Menipis

by -180 Views

Impor barang konsumsi yang biasanya meningkat menjelang Ramadan atau Lebaran, pada 2025 justru mengalami penurunan yang signifikan. Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor barang konsumsi pada periode Januari-Februari 2025 turun 14,28% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Data per Februari 2025 menunjukkan penurunan impor sebesar 10,61% dibandingkan bulan sebelumnya, dan 21,05% dibanding Februari 2024.

Perbedaan ini disebabkan oleh faktor daya beli masyarakat yang melemah, menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal. Pada tahun sebelumnya, faktor lain seperti masa Pemilihan Presiden dan Legislatif 2024 menjadi pendorong kenaikan impor barang konsumsi. Namun, kondisi deflasi pada Februari 2025 menunjukkan penurunan daya beli yang signifikan.

Menurut Direktur Riset Bright Institute, aktivitas impor barang konsumsi yang mengalami penurunan menjelang Ramadan dan Lebaran 2025 merupakan anomali. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh faktor seperti penurunan daya beli masyarakat dan faktor musiman seperti selesai nya masa Imlek yang memengaruhi impor buah-buahan.

Turunnya impor barang konsumsi juga mencakup beberapa aspek, seperti impor daging hewan yang mengalami penurunan 44,8% sebelum Ramadan dan Lebaran 2025. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menyarankan pemerintah untuk merespons permasalahan ini dengan kebijakan ekonomi ekspansif untuk mengatasi penurunan daya beli masyarakat dan memastikan stok pangan cukup.

Data BPS juga menunjukkan penurunan tajam pada impor barang konsumsi seperti buah-buahan, daging hewan, dan sereal. Penurunan ini menunjukkan adanya masalah dalam daya beli masyarakat Indonesia dan menandakan perlunya tindakan ekonomi yang tepat untuk memperbaiki kondisi ini.

Source link