Israel ‘Kumat’, China dan Rusia Berkonflik: Analisis Terbaru

by -218 Views

Wilayah Gaza, Palestina kembali dilanda ketegangan setelah Israel melanggar gencatan senjata dan melakukan serangan massif di area tersebut, Selasa dini hari. Serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 326 orang dan menarik perhatian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

PBB secara terbuka mengkritik serangan Israel di Gaza, dengan Philippe Lazzarini dari UNRWA menyebutnya sebagai “neraka di bumi” yang menyebabkan penderitaan bagi warga sipil, terutama anak-anak. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga mengecam serangan udara Israel dan meminta agar gencatan senjata dihormati.

China, dalam sebuah pernyataan khusus, menyatakan keprihatinannya terhadap situasi di Gaza dan menyerukan langkah-langkah untuk mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar. Negara-negara Eropa juga ikut mengutuk serangan mematikan Israel di Gaza dan menyerukan untuk segera kembali ke gencatan senjata.

Di tengah eskalasi konflik ini, krisis kesehatan di Gaza semakin memburuk dengan kekurangan pasokan darah, obat-obatan, dan bahan bakar. Otoritas kesehatan Gaza meminta bantuan internasional untuk memastikan pasokan kritis ini dapat masuk ke daerah tersebut.

Selain itu, empat pejabat Gaza dilaporkan tewas akibat serangan Israel, termasuk Kepala Pekerjaan Umum dan Wakil Menteri Kehakiman. Seraya itu, keluarga sandera Israel mengutuk tindakan Netanyahu dan menyerukan penghentian pertempuran.

Hamas menanggapi serangan Israel dengan menuduhnya sebagai upaya Netanyahu untuk memperkuat kekuasaannya. Rusia, Turki, dan negara-negara lain juga mengutuk keras serangan Israel di Gaza dan menyerukan agar gencatan senjata dijalankan serta bantuan kemanusiaan disalurkan dengan segera. Situasi di Gaza semakin memanas dan mengancam perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Source link