Baterai EV ‘Sandwich’: Solusi untuk Mobilitas Jarak Jauh

by -184 Views

Baterai kendaraan listrik memiliki berbagai ukuran dan bahan kimia yang berbeda tergantung pada kategori kendaraan. Para pembuat baterai mengejar kepadatan energi yang tinggi, pengisian cepat, efisiensi biaya, dan keamanan. Salah satu inovasi terbaru yang diselidiki oleh peneliti baterai di Eropa adalah paket baterai “memperbaiki sendiri” yang ramah lingkungan. Penelitian dari organisasi penelitian Norwegia, SINTEF, menghasilkan baterai yang lebih stabil daripada lithium-ion konvensional dengan jarak tempuh yang lebih baik dan umur pakai yang lebih panjang.

Baterai ini menggunakan katoda berbasis lithium-nikel-mangan oksida dan anoda dari komposit silikon-grafit. Ini memberikan kombinasi tegangan tinggi, kinerja pengisian yang lebih baik, dan lebih banyak energi dalam volume yang lebih kecil. Selain itu, terobosan lain dalam baterai adalah penggunaan “lem super” yang diklaim dapat memperbaiki kerusakan kecil pada baterai. Pengembangan prototipe elektrolit generasi pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini sudah selesai, dan fokusnya kini adalah pada sel generasi kedua.

Namun, tantangan utama bukan hanya terletak pada inovasi teknologi baterai, tetapi juga pada proses produksi massal yang seragam. Bob Lee, presiden LG Energy Solution di Amerika Utara, menekankan bahwa manufaktur adalah kunci untuk menerapkan inovasi baterai ini ke dalam produk yang praktis. Meskipun telah ada banyak terobosan kimia dalam baterai, langkah selanjutnya adalah mencari cara untuk membawa teknologi ini ke pasar massal dengan proses produksi yang efisien dan konsisten.

Source link