Perintah Uni Eropa untuk Menghentikan Israel dari Sabotase Penangkapan Netanyahu

by -60 Views
Perintah Uni Eropa untuk Menghentikan Israel dari Sabotase Penangkapan Netanyahu

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE), Josep Borrell, mengatakan bahwa Israel dan beberapa negara Eropa berusaha mengintimidasi hakim Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait surat penangkapan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan, Jumat (24/5/2024).

Dalam pernyataannya, Borrell menjelaskan bahwa ICC tidak boleh diintimidasi dan dipengaruhi. Ia terus meminta agar semua pihak mau mematuhi keputusan pengadilan itu.

“Jaksa hanya melakukan tuduhan dan pengadilan akan memutuskan,” kata Borrell kepada televisi Spanyol TVE. “Sementara itu, saya meminta semua orang, mulai dari pemerintah Israel dan beberapa negara Eropa, untuk tidak mengintimidasi para hakim.”

Sebelumnya, Kepala Jaksa ICC Karim Khan mengumumkan pada hari Senin bahwa dia telah mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, serta tiga pemimpin Hamas.

Hal ini pun memicu reaksi yang beragam. Dari Israel, Netanyahu dan kementeriannya menyebut keputusan ini merupakan sesuatu yang blunder, menyebut bahwa aksi menyamakan mereka dengan Hamas adalah kesalahan besar.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan bahwa keputusan ICC untuk menangkap Netanyahu sangatlah keterlaluan. PM Hongaria Viktor Orban juga menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

Meski begitu, Prancis mengatakan pihaknya akan mematuhi keputusan ICC soal penangkapan Netanyahu. Hal serupa juga disampaikan oleh Jerman.