Netanyahu Menyingkirkan Penduduk Gaza di Rafah, Berjanji untuk Segera Melancarkan Serangan Darat

by -25 Views
Netanyahu Menyingkirkan Penduduk Gaza di Rafah, Berjanji untuk Segera Melancarkan Serangan Darat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan isyarat akan segera “mengusir” warga Gaza di Rafah. Hal ini terkait dengan rencana peluncuran operasi militer di wilayah tersebut dengan tujuan menghancurkan kelompok Hamas.

Rafah kini menjadi benteng terakhir bagi 1,5 juta warga Gaza yang mencari perlindungan akibat perang yang terus berlangsung di Gaza sejak bulan Oktober. Israel terus melancarkan serangan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangannya.

“Tujuan kami adalah untuk menyingkirkan sisa-sisa batalyon teroris di Rafah sekaligus memungkinkan penduduk sipil untuk meninggalkan Rafah,” kata Netanyahu dalam konferensi pers di tengah kunjungannya dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz seperti dilansir oleh AFP pada hari Senin.

Netanyahu juga mengancam akan meluncurkan serangan darat di Rafah meskipun ada tekanan internasional. Scholz mengatakan bahwa langkah tersebut akan mengakibatkan lebih banyak korban jiwa dan membuat upaya perdamaian di wilayah itu menjadi sulit.

WHO PBB, Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menyerukan agar operasi militer dihentikan demi kemanusiaan. Netanyahu yang memimpin koalisi partai-partai keagamaan dan ultra-nasionalis di Israel menghadapi tekanan dari dalam negeri untuk mengadakan pemilihan umum lebih awal karena kegagalannya membawa pulang para sandera yang ditahan oleh Hamas.

Konflik ini dimulai setelah Hamas menyandera sekitar 250 orang sebagai balasan atas serangan Israel ke Masjidil Aqsa dan penjajahan Israel. Netanyahu merespons dengan serangan udara dan darat yang mengakibatkan ribuan korban jiwa di Gaza, terutama wanita dan anak-anak.

Saat ini, utusan internasional berencana untuk bertemu di Qatar guna menghidupkan kembali perundingan mengenai gencatan senjata dan pembebasan sandera. Hamas telah mengajukan proposal yang meminta penarikan Israel dari semua kota dan daerah berpenduduk di Gaza selama enam minggu sebagai syarat gencatan senjata.

Netanyahu terus menentang seruan untuk pembentukan negara Palestina dan menyatakan bahwa ia tidak akan menerima perjanjian perdamaian yang melemahkan Israel. Ia juga menolak untuk melemahkan pertahanan Israel terhadap negara-negara tetangga yang bermusuhan.