Sri Mulyani Menyebut Hanya 4 Negara yang Mencapai Pertumbuhan 5%, Apakah Indonesia Termasuk?

by -35 Views
Sri Mulyani Menyebut Hanya 4 Negara yang Mencapai Pertumbuhan 5%, Apakah Indonesia Termasuk?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kondisi perekonomian global masih akan menjadi sangat menantang pada tahun 2024. Banyak negara diprediksi akan mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi, bahkan tumbuh di bawah 5%, yang jauh di bawah potensi pertumbuhan Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Sri Mulyani saat menggelar konferensi pers kinerja APBN sepanjang tahun 2023 di kantornya, awal pekan ini. Sri Mulyani bahkan mengatakan bahwa hanya empat negara yang diprediksi dapat memiliki pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada tahun 2024, termasuk Indonesia.

“3 negara (selain Indonesia) di ASEAN dan di G20 yang bisa bertahan pertumbuhannya di atas 5%,” ujar Sri Mulyani seperti yang dilansir pada Kamis (4/1/2023).

Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa empat negara yang diprediksi akan tetap mampu tumbuh di atas 5% termasuk Indonesia dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 5,2%, Vietnam 5,8%, Filipina 5,9%, dan India 6,3%. Sementara itu, negara lain diprediksi akan memiliki pertumbuhan di bawah 5%, seperti Malaysia, China, Arab Saudi, Thailand, Turki, Argentina, Korea Selatan, Singapura, dan Meksiko.

Negara lainnya diperkirakan akan memiliki pertumbuhan ekonomi di bawah 2%, antara lain Afrika Selatan, Brasil, Amerika Serikat, Prancis, Australia, kawasan Eropa, Rusia, Jepang, Jerman, Italia, dan Inggris.

Sri Mulyani juga menyoroti risiko yang akan menekan perekonomian negara-negara dunia pada tahun 2024, termasuk peningkatan tensi geopolitik, keterbatasan ruang kebijakan, risiko kesulitan pembayaran utang, dan tekanan akibat perubahan iklim.

Namun demikian, Sri Mulyani juga mengungkapkan faktor-faktor yang mampu mengungkit perekonomian, seperti meredanya tekanan inflasi, perlambatan pengetatan moneter di negara maju, serta potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui ekonomi digital dan hijau.

“Dengan risiko yang terjadi, kita masih mampu menjaga stabilitas ekonomi dan APBN. Jadi, meski risiko seperti penurunan harga komoditas dan ketegangan geopolitik terjadi, kita masih bisa menjaga stabilitas ekonomi dan APBN,” ucap Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya
Menkeu-Menkes ASEAN Rapat di Jakarta, Bahas Pandemi Jilid II

(haa/haa)