Dicap Negara Bebas, Intoleransi di Indonesia Tinggi

Posted by on October 22, 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Yayasan Denny JA, Novriantoni Kahar mengatakan, meningkatnya sikap intoleransi terhadap perbedaan identitas publik Indonesia semakin mengkhawatirkan karena 15-80 persen merasa tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang berbeda identitas.

Menurutnya, sikap intoleransi merujuk survei Lingkaran Survei Indonesia Community mengafirmasi keresahan umum di kalangan masyarakat tentang intoleransi sosial. Bahkan, di tingkat internasional, sejak 2005, tren kebebasan ikut menurun dibanding 2002 lalu.

“Ini kabar buruk pertama. Kalaupun Freedom House mencatat Indonesia masuk kategori free sejak 2006, skor kebebasan sipil Indonesia selalu lebih rendah dibanding skor hak-hak politik,” ujar Novri dalam rilis survei ‘Meningkatnya Populasi yang Tidak Nyaman dengan Keberagaman’ di Jakarta, Minggu (21/10/2012).

Sebenarnya, lanjut Novriantoni, intolerasi, diskriminasi, bisa ditanggulang dengan catatan Negara tegas. Di Amerika, tidak semuanya toleran. Sekalipun warga boleh tidak suka dengan kelompok apapun, jka menyatroni rumah orang, akan berhadapan dengan hukum negara.

Kabar buruk kedua adalah Indonesia dicap sebagai negara gagal secara konstitusi. Hal itu terlihat karena pemerintah gagal menegakkan konstitusi dengan membiarkan intoleransi dan kekerasan agama di Indonesia dalam lima tahun terakhir masih saja terjadi.

“Pemerintah gagal mengambil langkah-langkah memadai untuk menangkal diskriminasi, restriksi dan penyerangan atas Ahmadiyah dan minoritas lainnya. Gagal juga membendung fatwa MUI tentang sekularisme, pluralisme dan liberalisme pada 2005,” tambahnya dengan merujuk International Religious Freedom Report for 2011.

Kegagalan lainnya terlihat ketika Pemerintah tak mampu menahan inisiatif pemerintah daerah untuk melarang, bahkan mencegah vandalisme atas fasilitas Ahmadiyah, tak mengambil lahan konkrit untuk mengukuhkan keputusan MA pada Desember 2010 yang melegalkan pembukaan ulang GKI Yasmin.

Kabar buruk terakhir, adalah ditaklukkannya hukum oleh intoleransi. Yang terjadi di lapangan, hukum tumpul ketika berhadapan dengan aksi kekerasan yang dilakukan massa, di mana pelakunya sering tidak diproses secara hukum. Berbeda dengan korban yang justru dikriminalisasi.

“Ini terjadi baik dalam kasus Ahmadiyah, GKI Yasmin, maupun Syiah. Ironi kekerasan terhadap Ahmadiyah pada 2011 di Cikeusik, 12 orang pelaku dipenjara tiga sampai enam bulan. Korban kekerasa dari warga Ahmadiyah justru dihukum enam bulan penjara,” tukasnya merujuk laporan Freedom House in the World 2012 tentang Indonesia.

Sumber: – http://id.berita.yahoo.com/

Dicap Negara Bebas, Intoleransi di Indonesia Tinggi

Dicap Negara Bebas, Intoleransi Di Indonesia Tinggi

Holokaus - wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas, Sejarawan michael berenbaum mengungkapkan bahwa jerman telah menjadi sebuah "negara genosida": "setiap birokrasi di negara ini terlibat dalam proses pembunuhan selama. Soekarno - wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas, Tamat hbs soerabaja bulan juli 1921, bersama djoko asmo rekan satu angkatan di hbs, soekarno melanjutkan ke technische hoogeschool te bandoeng (sekarang itb) di. Kabar bebas, Career kesempatan berkarir . published by hrd zyrex sejalan dengan ekspansi kami keseluruh indonesia, kami mengundang anda yang mencintai produk dalam negeri dan.

Workers of the world, united! | “lengan-lengan berotot, Oleh saskia wieringa. pendahuluan saya mulai tertarik pada masalah organisasi-organisasi perempuan indonesia sejak saya melakukan penelitian lapangan di kalangan. Dunia pendidikan | pendidikan adalah investasi yang, Burung garuda adalah lambang negara indonesia. lambang ini dirancang oleh sultan hamid ii dari pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh presiden soekarno.. Analisa potensi timor leste untuk menjadi negara maju, Untuk saudaraku di timor leste, kalian memang sepatutnya bangga menjadi rakyat timor leste yg mempunyai kekayaan alam yg menakjubkan, saya masyarakat indonesia yg.

Referensi:
  • id.wikipedia.org
  • id.wikipedia.org
  • kabarbebas.wordpress.com
Rating : 4.5 based on 17 Customer Reviews

Tags: , , , , ,

Category: Berita Terpopuler

About the Author ()

Comments are closed.

You might also likeclose